IZINKAN SAYA...
Hari ini, di sini, merasakan kembali suatu "kehidupan" di mana banyak orang-orang sakit berada. Di suatu tempat yang bernama "Rumah Sakit". Tempat seperti ini mungkin terkesan biasa saja bagi sebagian orang. Namun tidak bagi saya.
Saat memasuki suatu rumah sakit, langsung terasa atmosfer yang berbeda. Ya, tentulah setiap tempat memiliki atmosfernya masing-masing. Di sini, berbagai pemandangan yang tak biasa ditemui, bisa saya saksikan. Keadaan para pasien dengan berbagai kondisinya. Ada yang sakit biasa saja, sakit yang lebih berat, pasien yang datang dengan status "emergency" karena berbagai sebab, pasien yang dalam keadaan sekarat, hingga tangisan-tangisan keluarga pasien yang baru saja kehilangan anggota keluarganya. Sungguh suasana ini kadang membuatku merinding. Saya dapat merasakan sentuhan energinya. Getaran sedih, pilu, menyayat hati. Saat-saat akan pulang itu tiba, pulang keharibaanNya. Memandangi sosok yang tadinya bernafas dan bernyawa itu kini telah diam tak bergerak, ia lepas...pulang kepada Sang Pemilik ruh. Pemandangan seperti ini tak jarang menyentakku ketika berada pada suatu tempat yang bernama Rumah Sakit.
Setiap yang bernyawa pasti akan melaluinya. Setiap amanah pasti kembali kepada yang memberi amanah. Semua hanya titipan. Pun ruh ini, jiwa ini, jasad ini.
Saya bersyukur telah merasakan berbagai karunia yang telah diberikanNya kepadaku. Karunia berupa "sakit" fisik dan psikis. Walau saya kurang sepakat dengan istilah "sakit" itu sendiri. Bagi saya, apa pun yang terjadi dalam hidup semua adalah hidanganMu yang harus diterima dan dinikmati dengan sepenuh hati, dengan keikhlasan tiada tara. Pantaskah sebagai makhluk ciptaan Allah untuk tidak menyukai bahkan benci atas ketetapanNya? Pantaskah sebagai makhluk, menolak takdir?
Saat terdiam, menatap kembali perjalanan yang telah kulalui selama ini, tak ada yang saya sesali bahkan tangisi. Tak seperti waktu-waktu yang telah lalu. Ketika berbagai ujian hidup membuat hati ini sempat kehilangan arah. Perih, pedih dan pahitnya serasa tak sanggup lagi dipikul. Hingga terselip ratapan, penyesalan, kesedihan tak berkesudahan. Namun Engkau sungguh Maha Pengasih...Engkau rangkul diriku dalam kepasrahan munajat yang tak pernah putus kupersembahkan untukMu. Munajat dari seorang hamba yang masih banyak kekurangan, masih sangat jauh dariMu, masih mudah terkesima oleh kilauan pesona duniawi yang semu, masih mengejar Ilusi yang entah kan bermuara ke mana. Padahal Engkau selalu ada untukKu, Engkau salalu mengiringi ke manapun hambaMu ini melangkahkan kaki, di setiap tarikan nafas dan detak jantungku.
AnugerahMu sangat besar untukku, bahkan banyak hadiah yang Engkau berikan untuk yang tak semua hambaMu miliki. Jika saya ceritakan kepada orang lain pun mereka sangat sulit untuk percaya. Apakah masih pantas saya mengeluh? Masih pantas mempertanyakan ujian yang Engkau berikan?
Semua sudah menjadi sejarah hidup yang bagaimana pun akan kukenang sebagai pengalaman batin yang tak ternilai. Semua telah berlalu. Jika dulu saya pernah merasa sakit fisik maupun psikis, izinkan saya kini mendampingi siapa pun yang membutuhkan, menjadi perantara uluran tanganMu kepada hamba-hambaMu, mendampingi, menemani, membantu orang-orang terkasih, siapa pun...kuingin menjadi manfaat dan kebahagiaan bagi sesama. Sehatkan saya selalu Rabb......
Bersama menemani Bapak, di sini..
Dan sungguh akan Kami berikan ujian atau cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. (Q.S Al-Baqarah: 155)
Dan sungguh akan Kami berikan ujian atau cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. (Q.S Al-Baqarah: 155)
"Robbana afrigh 'alaina shobron watawaffana muslimin.
Ya Tuhan kami, limpahkan kesabaran kepada kami dan wafatkan kami dalam keadaan berserah diri kepadaMu." (Q.S. [7] : Al A'rof : 126)
Pict : Milan
Lokasi : Rammang -Rammang, Maros. 1 Januari 2018
Makassar, 30 Januari 2019

No comments:
Post a Comment