Obrolan Pagi
Pagi itu seorang tetangga kami masih berdiri di depan rumah mengajakku ngobrol setelah penjual sayur yang singgah tadi berlalu. Sudah biasa kami beberapa ibu2 di blok yang sama saat pagi usai belanja sayur atau ikan dari pedagang keliling, masih berbincang beberapa saat.
Seorang nenek nampak duduk di teras rumahnya. Beliau tetangga sebelah rumahku. Beliau tersenyum kepada kami dan ikut berbincang sejenak dengan kami dari tempatnya duduk.
Ibu Rina di depanku berbisik, "Saya salut sama Nenek ini, anak-anaknya semua sukses. Anaknya yang nomer 1 jadi Dokter Spesialis di rumah sakit anu, anak nomer 2 jadi anu, nomer 3, 4, ......" Entah berapa anaknya Nenek saya lupa.
Seringkali mendengar perbincangan seperti ini. Intinya merasa "takjub" dengan apa yang dimiliki orang lain. Standar "sukses" mungkin beragam....namun yang banyak dipahami sukses itu berkaitan dengan "materi" atau apa yang nampak...termasuk gelar, jabatan, dan status sosial lainnya. Okelah...itu wajar saja.
Yang mengusik saya adalah, sangat jarang orang yang mencari tahu "Bagaimana caranya bisa begitu?" Dan "Bagaimana perjuangan sehingga mencapai itu" itu yang dilupakan.
Seringkali manusia terpesona dengan "hasil" tapi tak mencari tahu bagaimana "proses" yang dijalani.
"Bagaimana caranya sehingga anak-anak dia semua sukses?"
"Bagaimana dia mendidik anak sehingga anak-anaknya semua jadi anak yang baik??
"Bagaimana cara sehingga usahanya bisa maju seperti sekarang?"
"Bagaimana cara sehingga dia di usia sekarang terlihat bugar dan jarang sakit?"
Itulah yang mesti dicaritahu
Repost dari Akun FB
Free wraiting 10 menit14 Februari 2018
#FW4
Pict by Milan
Lokasi : Taman Panen, Makassar. Agustus, 2018.

No comments:
Post a Comment