Sunday, 13 January 2019

#Minuman rempah

Resep Kunyit Asem ala Milan



Segeer...banget rasanya meneguk minuman satu ini. Mau dingin maupun hangat tetep sukaa... Kadang saya membuatnya sendiri, kadang juga beli sama mbak Jamu keliling 😊. Khasiat bahan-bahannya (kunyit, asem, kayu manis, sere) banyak yaa...antara lain baik untuk pencernaan, masuk angin, rematik, melancarkan peredaran darah, dll.

🌸Sekedar mengingatkan. Sebaiknya dalam merebus ramuan/rempah, gunakan panci dari bahan tanah liat khusus untuk membuat ramuan, atau kaca atau paling tidak bahan stainless steel.🌸

Nah bahan-bahan yang dibutuhkan :
1. Air bersih 2 gelas penuh atau sekitar 500ml
2. Rimpang kunyit 100 gram
3. Asem jawa 20 gram
4. Gula Merah/Aren 80 gram
5. Kayu manis 1 batang, panjang sekitar jari telunjuk. Digeprek kasar.
6. Sere 1 batang

Cara membuat :
1. Cuci bersih rimpang kunyit tanpa dikupas kulitnya. Bisa gunakan sikat lembut untuk membersihkan, lalu cuci pada air mengalir.
2. Iris-iris tipis kunyit dan potong-potong sere
3. Rebus air, kunyit, asam, kayu manis, sere, hingga mendidih, kecilkan api.
4. Masukkan gula jawa. Rebus hingga seluruh bahan larut. Aduk-aduk. Diamkan sejenak.
5. Matikan api. Tutup panci. Biarkan hangat. Lalu saring.
Siap disajikan 😍

Selamat Mencoba 😊
Salam Sehat Bahagia πŸ’–




#Resep Praktis Milan

Bola-Bola Coklat



Cemilan ini mudah dibuat, bahan-bahannya sederhana yang mudah diperoleh. Anak kecil maupun anak besar pun suka πŸ˜„

Bahan-bahannya :

1. Biskuit bundar (contoh : Regal, marie susu) 
2. Susu kental manis (SKM) coklat 
3. Coklat bubuk dan susu bubuk putih secukupnya (bisa skip, namun penambahan susu dan coklat bubuk akan menambah citarasa)
4. Air hangat secukupnya
3. Meises untuk bagian luar   


Cara Membuat :

 - Haluskan/tumbuk buskuit hingga halus.
- Campurkan SKM, coklat bubuk, susu bubuk dengan air hangat secukupnya. Airnya sedikit dulu, agar adonan nantinya tidak terlalu lunak.
- Tuangkan larutan susu ke dalam biskuit yang sudah dihaluskan sedikit demi sedikit sambil dipadatkan hingga tidak melengket (kalis) dan mudah dibentuk. Bila adonan masih belum menyatu/memadat, tambahkan air.
- Bentuk adonan bulat2 kemudian gulingkan pada meises. 
- Bagi penyuka dingin, masukkan terlebih dahullu ke lemari pendingin atau bekukan di freezer.

Rasanya kayak coklat batangan lhooo.... yummmiiii

Catatan : Saya tidak pakai takaran. Sesuai kan saja dengan selera masing-masing. Yang terpenting air yang dilarutkan ke susu sedikit dulu, jika adonan masih belum bisa dibentuk baru tambahkan air lagi sampai adonan bisa padat dan mudah dibentuk. Bila air terlalu banyak, adonan jadi sangat lunak sehingga sulit dibemtuk. 

Selamat Mencoba 😊


#Resep Praktis Milan

Bola-Bola Susu 




Hhmmm... kudapan yang yummiii, resep Milan mah simple as always πŸ˜‚
Sekali-sekali icip yang manis-manislah haha...

Ok, bahan yang dibutuhkan :     
- Tepung sagu
- Susu Kental Manis putih atau coklat
- Susu bubuk putih atau coklat
-Air hangat kuku secukupnya

1. Tepung sagu disangrai dengan api kecil, sambil dibolak-balik agar tidak hangus. Sisihkan sebagian kecil tepung untuk membalurkan bola-bola susu yang telah dibulatkan.

2. Larutkan susu bubuk putih, susu kental manis (SKM) putih, air hangat kuku secukupnya, airnya sedikit dulu agar tidak terlalu encer. 

3. Tuang larutan susu sedikit demi sedikit pada tepung sagu yang telah disangrai hingga memadat dan tidak lengket, bentuk bulat-bulat. 

4. Balurkan bola-bola ke sisa tepung sagu tadi (atau bisa juga gula halus) agar tidak melengket. 

5. Bila menginginkan rasa yg coklat, gunakan susu kental coklat + sedikit coklat bubuk.
6. Jika menginginkan rasa susu yang milky, gunakan susu kental putih dan sedikit susu bubuk putih rasa vanila.

* Untuk penyuka dingin, bisa menyimoan bola-bola terlebih dahulundalam kulkas.

Catatan : Seperti biasa saya tidak menggunakan takaran, disesuaikan dengan selera masing-masing.

Selamat Mencoba 😊
#Tips Berkebun Ala Taman Panen

Media Tanam untuk Menanam




Pemilihan Media Tanam

Media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda habitat asalnya merupakan hal yang sulit. Hal ini karena setiap daerah memiliki kelembaban dan kecepatan angin yanga berbeda. Secara umum, media tanam harus menjaga kelembaban daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara.

1. Sekam Padi

Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza Sativa) yang sudah digiling. Sekam padi yang biasa digunakan bisa berupa sekam bakar atau sekam mentah (tidak dibakar). Sekam berperan dalam perbaikan struktur tanah sehingga sistem aerasi dan drainase media tanam menjadi lebih baik. Sekam bakar lebih gembur karena tinggi kandungan karbon (C) tetapi mudah lapuk. Sementara itu sekam mentah mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, merupakan sumber kalium (K), dan tidak mudah menggumpal atau memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurana. Namun sekam padi mentah cenderung miskin akan unsur hara dan mudah ditumbuhi cendawan.

2. Kompos

Kompos berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik, seperti jerami, sekam, daun, rumput dan sampah kota. Kelebihan dari penggunaaan kompos sebagai media tanam adalah sifatnya yang mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifat tanah, baik fisik, kimiawi, amupun daya ikat air. Selain itu, kompos menjadi fasilitator dalam penyerapan unsur nitrogen (N) yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Kompos yang baik untuk media tanam telah mengalami pelapukan secara sempurna yang ditandai dengan perubahan warna dari bahan pembentuknya (hitam kecokalatan), tidak berbau, memiliki kadar air yang rendah dan mudah digenggam tangan.

3. Pupuk Kandang

Pupuk organik yang berasal darikotoran hewan disebut dengan pupuk kandang. Kandungan unsur haranya, seperti natrium (N), fosfor(P) dan Kalsium (K) penting untuk peetumbuhan dan perkembangan tanaman serta kandungan mikroorganismenya mampu merombak bahan organik yang sulit dicerna tanaman menjadi komponen yang lebih mudah untuk diserap oleh tanaman. Pupuk kandang yang akan digunakan sebagai media tanam harus yang sudah matanag dan steril. Hal itu ditandai dengan warna pupuk yang hitam pekat. Pemilihan pupuk kandang yang sudah matang bertujuan untuk mencegah munculnya bakteri atau cendawan yang dapat merusak tanaman.

4. Pasir

Pasir yang digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsi tanah. Media tanam ini baik untuk penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman dan perakaran setek batang tanaman. Sifatnyayanga cepat kering akan memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yang dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain. Sementara itu, bobot pasit yang cukup berat akan mempermudah tegaknya setek batang. Selain itu, keunggulan media tanam pasir adalah kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainase media tanam. Pasir Malang (kali) dan pasir bangunan merupakan jenis pasir yanag sering digunakan sebagai media tanam. Penggunaan pasir untuk media tanam sering dikombinasikan sebagai campuran dengan bahan anorganik lain, seperti kerikil, batu-batuan atau bahan organik yang disesuaikan dengan jenis tanaman karena pasir tidak mampu mengikat air.

TIPS : Penggunaan pasir pantai atau pasir yang berasal dari daerah yang bersalinotas tinggi karena kadar garam yang tinggi dapat menyebabkan tanaman merana. Selain itu, organ-organ tanaman sepeti akar, dan daun, juga memperlihatkan gejala terbakar yang selanjutnya mengakibatkan kematian jaringan (nekrosis).

5. Tanah Liat

Tanah liat merupakan jenis tanah yang bertekstur paling halus dan lengket atau berlumpur. Karakteristik dari tanah liat adalah memiliki pori-pori berukuran kecil (pori-pori mikro) yang lebih banyak daripada pori-pori yang berukuran besar (pori-pori makro) sehingga memiliki kemampuan mengikat air yang cukup kuat. Tanah liat miskin unsur hara sehingga perlu dikombinasikan dengan bahan-bahan lain yang kaya akan unsur hara, seperti dalam pembuatan cangkok.

6. Moss

Moss yang dijadikan sebagai media tanam berasal dari akar paku-pakuan atau kadaka yang banyak dijumpai di hutan-hutan. Moss sering digunakan sebagai media tanam untuk masa penyemaian sampai dengan masa pembungaan. Media ini mempunyai banyak rongga sehingga memungkinkan akar tanaman tumbuh dan berkembang dengan leluasa. Menurut sifatnya, media moss mampu mengikat air dengan baik serta memiliki sistem drainase dan aerasi yang lancar tetapi sifatnya asam. Untuk hasil tanaman yang optimal, sebaiknya moss dikombinasikan dengan media tanam organik lainnya, seperti kulit kayu, daun-daunan kering atau kompos supaya tidak asam lagi.

7. Arang

Arang bisa berasal dari kayu atau batok kelapa. Media tanam ini sangat cocok digunakan untuk tanaman anggrek di daerah dengan kelembaban tinggi. Hal itu karena arang kurang mampu mengikat air dalam jumlah banyak. Keunikan dari media jenis arang adalah sifatnya yang buffer (penyangga). Dengan demikian, arang dapat menetralisir dan mengadaptasikan kekeliruan unsur hara dalam pupuk. Bahan medai ini juga tidak mudah lapuk sehingga sulit ditumbuhi jamur atau cendawan yang mengikat tanaman. Namun media arang cenderung miskin akan unsur hara. Oleh karena itu, penggunaan media tanam ini perlu disuplai unsur hara berupa pemupukan. Sebelum digunakan sebagai media tanam, idealnya arang dipecah menjadi potongan-potongan kecil terlebih dahulu agar mudah ditempatkan di pot.

8. Humus

Humus adalah segala macam hasil pelapukan bahan organik oleh jasad renik (mikro) dan merupakan sumber energi jasad mikro tersebut. Biasanya humus berwarna gelap dan dijumpai terutama pada lapisan atas tanah (top soil). Humus sangat membantu dalam proses penggemburan tanah dan memiliki kemampuan daya tukar ion yang tinggi sehingga bisa menyimpan unsur hara. Media tanam ini mudah ditumbuhi jamur, terlebih ketika terjadi perubahan suhu, kelembaban dan aerasi yang ekstrim. Humus juga memiliki tingkat porositas yang rendah sehingga akar tanaman tidak mampu menyerap air. Dengan demikian sebaiknya pengunaan humus sebagai media tanam perlu ditambahkan media lain yang memiliki porositas tinggi misalnya tanah dan pasir.

9. Sabut Kelapa (Coco Peat)

Sabut kelapa atau coco peat merupakan bahan organik alternatif yang dapat digunakan sebagai media tanam. Sabut kelapa untuk media tanam sebaiknya berasal dari buah kelapa tua karena memiliki serat yang kuat. Kelebihan sabut kelapa sebagai media tanam lebih karena karakteristiknya yang emmpu mengikat dan menyimpan air dengan kuat, sesuai untuk daerah panas, dan mengandung unsur-unsur hara esensial, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (N) dan fosfor (P).

TIPS : Penggunaan Sabut Kelapa sebagai Media Tanam

Penggunaan sabut kelapa sebagai media tanam sebaiknya dilakukan di daerah yang becurah hujan rendah. Air hujan yang berlebihan dapat menyebabkan media tanam ini mudah lapuk. Selain itu, tanaman pun cepat membusuk sehingga bisa menjadi sumber penyakit. Untuk mengatasi pembusukan, sabut kelapa perlu direndam terlebih dahulu di dalam larutan fungisida. Jika dibandingkan denga media lain, pemberian fungisida pada media sabut kelapa harus lebih sering dilakukan karena sifatnya yang cepat lapuk sehingga mudah ditumbuhi jamur.

Sumber : Dewi, Trias Qurnia. 2016. 20 Tanaman Buah dalam Pot Rajin Berbuah. Jakarta : Penebar Swadaya.

Foto : Taman Panen
Repost dari FB Fanpage Taman Panen, 25 Agustus 2018.


#Tips Berkebun Ala Taman Panen 

Kulit/Cangkang Telur sebagai Pupuk Tanaman

Kulit/Cangkang Telur untuk tanaman Kulit telur biasanya dibuang begitu saja. Ternyata dapat dimanfaatkan antara lain sebagai pupuk organik dan pestisida alami untuk tanaman. Nah...setiap setelah menggunakan telur untuk memasak atau membuat penganan, cuci dan jemur kulit/cangkangnya. Biasanya kalau sudah banyak baru saya proses... 😊 

Caranya mudah : 
1. Cuci/Bilas cangkang telur hingga bersih 
2. Jemur cangkang sampai kering 
3. Haluskan cangkang telur (Saya tumbuk pake ulekan) 
4. Taburkan pada media tanam di sekitar tanaman atau 
5. Campurkan pada media tanamnya.

Cangkang telur mengandung 90% asam karbonat, yang merupakan unsur hara penting agar tanaman tumbuh sehat. Seorang pakar nutrisi tanaman pengarang buku The Truth about Garden Remedies, Jeff Gillman, melakukan sebuah test sederhana. Ia merendam cangkang telur dalam air selama 24 jam. Kemudian airnya dikirim ke laboratorium. Hasilnya, air rendaman cangkang telur itu mengandung 4 mg kalsium dan potassium, termasuk juga phosphorus, magnesium dan sodium. 

Jenis hama yang bisa dibasmi dengan bubuk cangkang telur sebagai pestisida alami antara lain : - Kutu 
- Kumbang 
- Mollusca 
- Keong
- Siput 

Bila hama tersebut terkena bubuk cangkang telur, hama tersebut akan menggeliat lama kelamaan berbalik arah dan akhirnya mati. Untuk mengatasi tanaman yang terlanjur dirusak hama, caranya dengan menaburkan kulit telur pada daun tanaman yang sudah rusak diserang hama. 

Semoga bermanfaat.
Berkebun bikin happy n fun!


Repost from FB Fanpage Taman Panen, 20 Agustus 2018.
Foto2 : Taman Panen 

Daftar pustaka : Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan/Yuni Erlita, S.Pt. 2016. "Kulit Telur Ayam sebagai Pestisida Organik". Http:/www.sumbarprov.go.id/ Anonim. 2016. "Cara Terbaik Memanfaatkan Kulit Telur Untuk Tanaman". Http:/kebun-kecil.blogspot.com/


                                 














#Tips Berkebun Ala Taman Panen

Cara menanam Mose Rose/Krokot/Portulaca/Bunga Pukul Sembilan 


Kali ini Taman Panen akan berbagi cara menanam MOSS ROSE/KROKOT/PORTULACA/BUNGA PUKUL SEMBILAN ala Taman Panen.😊

Banyak teman-teman yang belum tahu jika Moss Rose ini harus ditanam ulang (replant) setiap sekitar 4 bulan sekali. Kadang ada yang mengeluh "Kok Moss Rose ku mati?" Yaa...karena tidak di replant πŸ˜„ Ciri-ciri Moss Rose yang mulai "merana" yaitu daunnya mengecil, menguning dan berguguran, batang menyusut dan mengering, jarang berbunga, lama kelamaan bisa mati. Moss Rose/Krokot ada 2 jenis, yang berdaun runcing dan berdaun bulat. 

Krokot berdaun runcing relatif lebih "tangguh", tahan terhadap cuaca panas maupun hujan dan lebih tahan terhadap serangan hama. Sebaliknya dengan krokot berdaun bulat, lebih rentan terhadap serangan hama dan tidak menyukai terlalu basah atau sering terkena hujan. Kedua jenis krokot ini menyukai full sun/cahaya matahari penuh. Bila mendapatkan cahaya matahari penuh, Krokot akan semakin banyak bunganya. 

Yuk simak cara menanam krokot (replant) : 
1. Cabut/bongkar krokot dari media tanamnya.
2. Potong akarnya, batang yang digunakan sepanjang 5-10 cm saja (seperti pada video). 
3. Tanah bekas menanam bisa digunakan kembali. Perbandingan media tanam, tanah : pupuk kandang/kompos : sekam bakar/sekam mentah adalah 2 : 1 : 1. 
4. Isi media tanam dalam wadah pot atau polybag, buat lubang untuk menancapkan batang krokot atau tancapkan langsung krokot pada media tanam. Batang krokot yang ditanam dalam satu wadah tak perlu terlalu banyak dan padat. 
5. Setelah 2 minggu krokot sudah mulai rimbun. Pangkas batang-batangnya setiap 2 minggu sekali agar semakin banyak cabang baru. 
6. Beri pupuk kandang/kompos setiap 2 minggu - 1 bulan 1 kali. 
7. Beri Pupuk Organik Cair (POC) seminggu 1 kali atau ada juga yang menggunakan pupuk NPK mutiara biru/hijau 1 minggu 1 kali. 
8. Letakkan pada tempat yang terkena cahaya matahari penuh 
9. Siram cukup 1 kali sehari, jika musim kemarau dan panas terik bisa siram 2x sehari. Krokot dapat ditanam dalam polybag, pot, atau sebagai penutup tanah (bedding). 

Selamat Mencoba Berkebun bikin happy n fun! 😊







Repost FB Fanpage Taman Panen, 19 September 2018.
Lokasi : Taman Panen Makassar.


Saturday, 12 January 2019

#Tips Berkebun Ala Taman Panen

CARA MENGOLAH LIDAH BUAYA



Tahu dong tanaman "Lidah Buaya"..? Salah satu tanaman yang tak asing lagi ditemukan pada halaman rumah sebagai tanaman hias atau pun sebagai tanaman obat dengan segudang manfaatnya. Mulai manfaat untuk kulit dan kecantikan sampai untuk dikonsumsi.

Nah, yang terakhir ini masih banyak orang belum tahu kan?😊 Jika ternyata tanaman Lidah Buaya bisa dikonsumsi. Lidah buaya mengandung berbagai vitamin, mineral, enzym dan asam amino. Tak kurang mengandung 72 zat yang dibutuhkan tubuh. 

Manfaat atau khasiatnya bagi kesehatan tak kalah baragam. Lidah buaya baik bagi pencernaan seperti untuk mengatasi konstipasi/sembelit dan maag, meredakan panas dalam, mengontrol berat badan (asyiikk πŸ˜‰), mengontrol tekanan darah, mengurangi resistensi insuline dan menurunkan kadar gula darah pada diabetesi,  dll. 

Ada sekitar 200 jenis lidah buaya. Namun yang banyak dibudidayakan yaitu species aloevera Barbadensis Miller, selain itu jenis Aloevera chinensis Baker telah banyak dikembangkan di Indonesia yaitu di Kalimantan Barat dan lebih dikenal dengan nama Lidah Buaya Pontianak.

Ciri lidah buaya daunnya memanjang, tak bertulang, ujungnya meruncing, pinggiran daun bergerigi, permukaan daun dilapisi lilin, daun cenderung cekung dan terdapat garis-garis/corak putih pada daunnya saat daun masih muda.

Baidewei, itulah sekilas mengenai Lidah Buaya. Sekarang Taman Panen mau share cara mengolah lidah buaya untuk dikonsumsi. 
Langkah-langkahnya :

1. Siapkan daun-daun lidah buaya yang akan diolah. Ambil yang berukuran besar agar mudah dikupas. 
Di swalayan kadang ada jenis lidah buaya berukuran besar, bisa jadi pilihan.

2. Daun lidah buaya dipilah satu persatu, cuci bersih.

3. Kupas lidah buaya dan bersihkan lendirnya pada baskom berisi air dan garam.
* saya mengupas lidah buaya dalam rendaman air garam agar tidak terlalu licin.

4. Potong2 daging lidah buaya lalu bilas lagi dalam air garam, lakukan berulang-ulang hingga lendirnya bersih.

5. Selanjutnya potongan daging lidah buaya direndam dalam air dengan sedikit kapur sirih hingga lebih kenyal/keras (sekitar setengah jam). Bilas. Bisa langsung digunakan. 

6.Bila ingin beraroma wangi, rebus air + daun pandan dan vanili secukupnya hingga mendidih. Setelah hangat, masukkan potongan lidah buaya. Diamkan.
* Ada pula yang merebus air bersamaan dengan potongan lidah buaya.

7. Lidah buaya siap digunakan sebagai campuran es buah, salad, sayuran tumis, dsb.

Selamat Mencoba!
Salam Sehat Bahagia 😊

Bibit Lidah Buaya tersedia di πŸ‘‰ Taman Panen  






Repost dari FB Fanpage Taman Panen, 6 September 2018.
#ResepPraktisTamanPanen


 #REFLEKSI                                                                      PESANMU..... "Nak... Jauhilah prasangka buruk kepada si...