HARAP
Tanpa terasa waktu bergulir... detak jam yang tak mungkin bisa dihentikan mengantarkan kepada pergantian hari demi hari. Tak ayal menitikkan sedikit kegelisahan akan terwujudnya suatu impian.
Apakah niatku ini dapat terwujud? Niat akan menjalani suatu perjalanan, berziarah ke tempat yang telah lama ada dalam ruang harapan. Kekuatan tarik-menarik telah kurasakan sejak dulu. Saya ingin ke sana. Meskipun tak tahu mengapa. Mengapa?
Yah, saya pun tak terlalu paham saat itu.
Namun perjalanan waktu perlahan membuka sedikit demi sedikit tabir yang dulu sama sekali tak kupahami. Satu per satu pesan terurai... Membuatku terkesima. Sepanjang inikah jalan yang kutempuh untuk membuat tabir itu sedikit demi sedikit membuka? Berapa hari, bulan, tahun...? Ternyata seumur hidupku ini, puluhan tahun!
Suatu kesempatan kupikir merupakan pintu pembuka ke sana. Melalui pesan Ayahanda kepadaku. Tak ada sesuatu pun di dunia ini yang kebetulan. Sehelai daun pun jatuh ke bumi karena perintah dariNya. Menuntutku merentangkan harapan kembali. Mengadakan perjalanan!
Perjalanan yang jika dipikir secara matematis...entahlah! Sanggupkah?
Namun saya yang seperti biasa berharap akan "kebaikan selalu menghampiri dari niat yang baik", merasa sanggup menapaki semuanya. Walau yang "tak masuk akal" sekali pun. Seperti kejadian sebelum-sebelumnya.
Dan..beberapa sudah terlaksana, terwujud, meski harus menunggu sekian tahun.
Juga kali ini.
Bukankah bagi Allah segala hal bisa saja terjadi?
Apa yang tidak mungkin bagiNya?
Seluruh semesta adalah milikNya.
Apa sulitnya untuk mengantarkan seorang hambaNya kepada suatu tempat?
Suatu tempat... diantara tempat-tempat lainnya yang menjadi harapan bagiku. Harapan untuk tiba di sana. Seolah ingin membuktikan kebesaranMu, yang sebenarnya tak perlu lagi pembuktian itu.
Kuingin sampai di tempat-tempat itu. Walau bagi sebagian orang, saya hanya mengukir angan, merajut mimpi, dan belum terbangun dari tidur panjang.
Namun tak pernah surut keyakinan untuk membuat itu semua menjadi kenyataan. Saya yakin, semua hanya masalah waktu, masa. Semua ada masanya.
Masa yang hanya Ia yang tahu. Namun yang kutahu, Ia selalu mengabulkan do'a hambaNya. Selalu ada hadiah yang Ia berikan kepada setiap makhluknya sepanjang kehidupannya.
Hadiah yang akan diterima jika sang penerima telah "pantas" memperolehnya. Kadang hadiah itu diantar dengan penantian yang tak terduga waktunya
Kadang hadiah itu diberi bersamaan letih jiwa raga mencapainya
Kadang hadiah itu dibungkus oleh kertas cantik yang untuk membukanya membutuhkan kebeningan hati agar tak merusak yang ada di dalamnya
Kadang hadiah itu berbungkus sesuatu yang tak pernah disangka sebelumnya..begitu perih, sehingga hampir membuat berpaling dari harapan akan sesuatu yang lebih besar menanti setelahnya.
Apapun itu, harap ini tetap kusimpan...
menunggu keajaiban itu menyapa.
Makassar, 8 Maret 2019
Lokasi : dalam perjalanan kereta api dari Jakarta menuju Bandung, 2017.

No comments:
Post a Comment